Jumat, 09 Mei 2008

habib Al'Ajami


Bismilahir Rahmanir Rahiim

Allahumma soli ala Syyaidina Muhammadini Fatihi lima ukliqo wal khotimi lima sabaqo wanasirril haqo bilhaqi wal hadi ala sirotikal mustaqim wa'ala alihi haqo qodhrihi wamiq dari aziim


Sufi lugu yang penuh hikmah
Habib ibnu Muhammad al‘Ajami al-Bashri, seorang Persia yang tinggat di Bashrah; adalah se­orang perawi terkemuka yang meriwayatkan dari Hasan Bashri, Ibnu Sirin, dan yang lainnya. Ke­berpalinganya dari kesenangan hidup dan dari memperturutkan hawa nafsu, dipicu oleh kefasihan Al Ha’an; Habib sering menghadiri ceramah-ce­ramahnya, (dan akhirnya menjadi salah satu murid ­terdekatnya).

Awalnya, Habib adalah seorang laki-laki yang kaya raya dan juga seorang lintah darat. Ia tinggal di Bashrah. Setiap hari ia berkeliling kota menagih orang-orang yang berutang padanya. Bila tak ada uang, ia akan meminta pembayaran dengan kulit domba untuk bahan sepatunya. Begitulah mata pencariannya.

Suatu hari, ia pergi untuk menemui seseorang yang berutang padanya. Namun orang itu tidak ada di rumah. Karena gagal menemui orang itu, ia pun meminta pembayaran dengan kulit domba.
“Suamiku tak ada di rumah,” tutur istri si peng­utang itu padanya. “Aku sendiri tak punya apa-apa. Kami telah menyembelih seekor domba, tapi, kini tinggal lehernya yang tersisa. Bila kau mau, aku akan memberikan padamu.”
“Boleh juga,” ujar Habib, ia berpikir bahwa setidaknya bisa ia membawa pulang leher domba itu.
“Panaskan panci!”
“Aku tidak punya roti ataupun bahan bakar,” kata wanita itu.
“Baiklah,” kata Habib. “Aku akan pergi meng­ambil roti dan bahan bakar, dan semuanya akan kuperhitungkan dengan kulit domba.”
Habib pun pergi dan mengambil roti serta bahan bakar. Wanita-itu menyiapkan panci. Masakan itu pun matang, dan si wanita hendak menuangkannya ke dalam sebuah mangkuk. Saat itu, seorang pengemis mengetuk pintu.

“Jika kami memberimu apa yang kami miliki,” teriak Habib, “kau tak akan menjadi kaya, sementara kami sendiri akan menjadi miskin!”
Pengemis itu dengan putus asa, meminta wanita itu untuk menuangkan sesuatu ke mangkuknya. Wanita itu mengangkat tutup panci dan melihat bahwa seluruh isinya telah berubah menjadi darah. Wanita itu menjadi pucat, ia bergegas menemui Habib dan menarik tangannya, membawanya mendekati panci itu. “Lihatlah apa yang telah terjadi akibat praktik riba terkutukkmu itu, dan akibat caci-makimu kepada. pengemis itu!” pekik wanita itu. “Apa yang akan menimpa kita sekarang di dunia ini, belum lagi di akhirat kelak?”
Melihat hal ini, Habib merasa seakan-akan kobaran api di dalam tubuhnya yang tak akan pernah surut. “Wahai wanita,” ujarnya; “aku menyesali segala, yang pernah kulakukan.”
Esok harinya Habib kembali pergi menemui orang-orang yang berutang padanya untuk menagih.

Hari itu hari Jumat, anak-anak terlihat bermain di jalan. Ketika mereka melihat Habib, mereka berteriak, “Jangan dekat-dekat, agar debunya tidak menempel pada tubuh kita dan membuat kita terkutuk seperti dirinya.”
Kata-kata itu sangat menyakiti Habib, Ia kemudian menuju gedung pertemuan, di sana Hasan Bashri sedang berceramah. Kebetulan, ada kata-kata Hasan Bashri yang benar-benar- menghenyakkan hati Habib, hingga membuatnya jatuh pingsan. Ia pun bertobat. menyadari apa yang telah terjadi, Hasan Bashri memegang tangan Habib dan menenang­kanya.

Sepulangnya dari gedung pertemuan., Habib terlihat oleh seseorang yang berutang padanya, orang itu pun hendak melarikan diri. “Jangan lari!,” kata Habib padanya, “Mulai sekarang, akulah yang harus melarikan diri darimu.”
Habib pun berlari. Anak-anak masih saja bermain di jalan. Ketika mereka melihat Habib, mereka kembali berteriak, “Lihat, itu Habib sang petobat. Jangan dekat-dekat, agar debu kita tidak menempel di tubuhnya, karena kita adalah para pendosa.”

“Ya Allah, ya Tuhan,” tangis Habib. “Karena satu hari ini, di mana aku bertobat, Engkau, t.elah menabuh genderang di hati manusia untukku, dan membuat namaku masyhur karena kebajikan.” Lalu ia pun mengeluarkan pernyataan, “Siapa saja yang menginginkan apa pun dari Habib, datanglah ke­padaku dan ambil apa pun yang kalian mau!”, Orang-orang pun berkumpul di rumahnya, dan ia memberikan segala yang dimilikinya hingga ia tak punya uang sepeser pun. Kemudian, seorang pria datang meminta sesuatu, Karena tak memiliki apa-apa lagi, Habib pun memberi pria itu kain istrinya. Kepada seseorang yang datang kemudian, Habib memberikan bajunya, sendiri, ia pun jadi telanjang dada.

Habib lalu menyepi di tepi Sungai Eufrat dan di sana ia menyerahkan diri sepenuhnya untuk ibadah. Setiap hari, siang dan malam, ia. belajar di bawah bimbingan Hasan, tapi ia tidak bisa mempelajari Al-Qur’an, karenanya, ia juluki Barbar.

Waktu pun berlalu, dan Habib benar-benar menjadi orang yang sangat, miskin. Istrinya me­mintanya untuk memberi nafkah sehari-hari, Habib pun keluar rumah menuju tepi Sungai Eufrat untuk beribadah. Ketika malam tiba, ia kembali ke rumah. “Suamiku, di mana engkau bekerja, kok tidak membawa pulang apa-apa?,” tanya istrinya.
“Aku bekerja pada. seseorang yang sangat dermawan,” jawab Habib, “Saking dermawannya ia, aku sampai malu untuk meminta kepadanya. Bila telah tiba waktu yang tepat, ia akan memberi. Setiap sepuluh hari aku membayar upah,” kata Bosku.
Begitulah, setiap hari Habib pergi ke tepi sungai dan beribadah di sana, hingga sepuluh hari.

Pada hari kesepuluh, di waktu dzuhur, di benaknya berkata; “Apa yang aku bawa pulang malam ini, dan apa yang aku katakan pada isteriku?”
Habib merenungkan hal ini dalam-dalam. Seketika, Allah Yang Mahakuasa mengutus bebe­rapa orang kuli ke rumah Habib dengan membawa tepung, daging domba, minyak, madu, rempah rempah, dan bumbu dapur. Kuli-kuli itu menaruh barang berat tersebut di dapur rumah Habib.

Seorang anak muda yang tampan menyertai mereka dengan membawa uang sebanyak tiga ratus dirham. Anak muda itu mengetuk pintu rumah Habib.
“Apa keperluan Anda?” tanya istri Habib sambil membuka pintu. “Tuanku telah mengirim semua ini” jawab anak muda itu. “Bilang pada Habib, ‘Bila kau tingkatkan hasilmu, niscaya kami akan tingkatkan upahmu.” Setelah mengatakan hal itu, ia pun pergi.

Di kegelapan malam, Habib melangkah pulang, malu dan sedih. Ketika ia semakin mendekati rumah­nya, ia mencium aroma roti dan masakan. Istrinya berlari menyambutnya, membersihkan wajahnya, dan berlaku sangat lembut padanya: “Suamiku,” kata istrinya, “tuanmu itu sangat haik, dermawan, serta; penuh cinta dan kebaikan. lihatlah apa yang telah ia kirimkan melalui seorang anak muda yang tam­pan! Dan anak muda itu berkata, ‘Jika Habib pulang, katakan padanya, ‘Bila kau tingkatkan hasilmu, niscaya kami akan tingkatkan upahmu.”

Habib merasa takjub. “Menakjubkan!” katanya. “Aku baru bekerja, selama sepuluh hari, dan ia telah memberikan aku-segala kebaikan ini. Jika aku bekerja lebih keras, siapa yang tahu apa yang akan diperbuat­nya?”
Habib pun memalingkan wajahnya sepenuhnya dari duniawi dan mengabdikan diri untuk ber­ibadah kepada-Nya.

Sholat Sunah Adab Qodiriyah




Bismilahir Rahmanir Rahiim

Allahumma Soli ala Syyaidina Muhammadin wa'ala ali Syyaidinna Muhammadin wa'ala Ahli Bait.

Sholat Sunah Adab Qodiriyah adalah sholat sunat Muthlak, yang menjadi bagian dari Tarekat Qodiriyah 41344 (istiqomah). Waktunya Dilakukan setelah Ba'da Isya sampai satu jam sebelum menjelang masuk waktu Sholat subuh (sekitar jam 3.00). Tata caranya Apabila di jalankan langsung habis sholat subuh maka harus mengambil Wudhu kembali atau memperbaharui wudhu. Sebaiknya dilaksanakan di Musholla atau di Masjid, dan apabila dilaksanakan di dalam rumah tetap harus memakai sholat sunah Tahyatul Masjid, sebabgai berikut sholat sunah Adab Qodiriyah 41344:

1. Sholat sunah syukur wudhu
Dilakukan setelah berwudhu dasar hadis Rasulullah Saw

2. Sholat sunah Tahyatul Masjid

3. Sholat sunah Tobat

4. Sholat sunah Toat

5. Sholat sunah Liqodo'hajat

6. Sholat sunah Hajat
Rakaat pertama ayat yang dibaca : Al-Kafirun 11 X
Rakaat kedua ayat yang di baca : Al-ikhlas 11 X

7. Sujud Hajat
Niatnya : Nawaitu Sajada hajat sunatan lillahita'aalaa
Dalam sujud baca : Lailaha'illa anta subhanaka inni kuntum minal dzolimin.
Sebanyak 41 X, lau berdoa minta ampunan dosa orang tua dan kita, kemudian berdoa
minta hajat kita....amin

8. Zikir
Niatnya : Nawaitu taqoruban ilallah'taalaa ala haji niati
Baca : Istigfar 100 X dan Shalawat 100 X

9.Sholat sunah Hajat
Rakaat pertama dan kedua sama baca : Al-ikhlas 11 X

10.Aurod Qodiriyah 41344
Baca niat sama seperti di atas : Baca Ya Allah Malikul Ahadu Qudus 100 X dan baca
shalawat 11 X : Allahumma sholi Wa salim wabarik ala syyaida Muhammadini nuri'dzati
wa'syiri syari fii jamii asmai wa'sifati - 11 X
Ada satu lagi yang harus di baca dan ini harus di ijazah kan dahulu...amin

11. Sholat sunah Syukri

Semoga kita selalu diberikan kekuatan-Nya untuk riyadah dan Mujahadah di jalan kebenaran didalam Tarekat Qodiriyah 41344 al'firqoh An'Najiyah. Dan di jadikan hamba-Nya yang di Cintai-Nya,dan selalu mencintai Allah Swt, Baginda Rasulullah Saw dan Asy-syaikh Sultan Auliya Abdul Qodir al-Jilani Qodassallahu Sirrohul Aziz dan di berikan Rahmat, Ridho dan Kedekatan-Nya selalu amin

Alhamdulillah,Alhamdulillah,Alhamdulillahi Rabbil alamin, wa'syukurilah Wabilahi taufik wal hidayah wal inayah wassalamualaikum warahmtullahi wabarakaatuh wamaghfirah